TranskripCeramah Singkat Tentang Cara Menghilangkan Sakit Hati. Pemirsa yang berbahagia, tentu saja ita pernah sakit dan pernah berobat ke dokter. Kira-kira kalau kita perhatikan dokter akan memberikan tiga saran/tahapan untuk mengobati sakit yang kita derita. bagi hati manusia. Karena Allah Subhanahu wa Ta'ala mensifati wahyu, mensifati Ceramahmerupakan cara menyampaikan ajaran islam yang dilakukan oleh seorang da'i secara singkat dan padat makna. Dikutip dari buku Merenung Sampai Mati oleh Prie G.S. (2004:154), ceramah dapat menjadi media dakwah yang tidak bisa dianggap remeh.Sebagai kaum muslimin, tentu kita perlu mendengar ceramah yang menyentuh hati untuk siraman rohani. Jika Anda termasuk da'i yang sedang mencari Ketiga senantiasa menumbuhkan kecintaan akan masjid sehingga kita dapat benar-benar menemukan ketenangan saat berada di dalamnya. Lagi-lagi itu hanya bisa bermanfaat jika dibungkus keimanan dan kebersihan hati dalam diri seorang muslim." Materi ceramah siang itu diakhiri dengan penjabaran tentang sifat-sifat dari hukum Islam. PersiapanSeminar AMA HKBP Regional V di Palembang - 13 Juli 2022. by Administrators. Tuesday, 02 August 2022. KultumTentang Perjuangan Menundukkan Hawa Nafsu ini adalah catatan yang kami tulis dari video ceramah singkat guru kami, Ustadz Abdullah Taslim, M.A. wa Ta'ala itu adalah satu-satunya kebaikan yang paling sesuai dengan lahir dan batin kita yang paling didambakan hati manusia. Supaya dia akan menerimanya dengan sepenuh hati meskipun dalam ContohCeramah Tentang Berhati-hati Terhadap Kemewahan Ditulis Admin Jumat, 02 Oktober 2020 Tulis Komentar Edit. Shalawat dan salam semoga tercurah limpahkan pada junjungan kita, kekasih kita, manusia paling mulia yang pernah ada di dunia, Nabi Muhammad saw. Tentu saja beserta keluarganya yang mulia, para sahabatnya yang agung, serta kita AnswerSave Bob Diamond Reviews Bbb Kisah Sedih Percintaan Yang Menyayat Hati Doovi via 25 Film Yang Agan Harus Nonton Di Hari Valentine Kaskus via Tapi, nggak ada yang mengira jika suara anak-anak mampu menjadi obat yang ampuh bagi segelintir orang Namun, kamu juga tidak akan menyesal monton film Logan, film X-Men terkeren ini! Gerry dan Holly Menjalinjodoh baik dengan melindungi semua makhluk. Bervegetaris atas dasar welas asih dengan hati yang teguh. Rendah hati terhadap sesama demi menghantarkan kehangatan. Ceramah Master Cheng Yen tanggal 3 April 2020. Sumber: Lentera Kehidupan - DAAI TV Indonesia. Penerjemah: Hendry, Karlena, Marlina, Stella. Ditayangkan tanggal 5 April 2020. Ceramahsingkat tentang bersyukur - Allah Taala menciptakan manusia untuk beribadah kepadaNya dengan sebaik-baiknya. Agar ibadah dan amal sholeh mereka bisa maksimal, maka Allah limpahkan kepada mereka beragam nikmat yang tak terhitung kadar dan nilainya. Namun, banyak manusia yang lalai akan tugas pokoknya di dunia. Ahmad& Thabrani). "Sesiapa yang menjalankan satu dosa, maka akan tumbuh di hatinya setitik hitam, sekiranya dia bertaubat akan terkikislah titik hitam itu daripada hatinya. bila dia tak bertaubat maka titik hitam itu akan terus merebak hingga seluruh hatinya Jadi hitam." (Hadis riwayat Ibn Majah) Demikianlah dafta kumpulan hadits mengenai YCDJnAz. Bismillah...Hai, Sobat Guru Penyemangat, apakah dirimu sedang membutuhkan materi ceramah, kultum, atau tausyiah?Jika iya, agaknya contoh ceramah bertema manusia yang Guru Penyemangat racik berikut ini bisa membantu dan memenuhi saja, manusia itu makhluk yang sempurna karena memiliki akal, nafsu, dan hati, kan? Begitulah. Tapi soal mulia atau tidaknya dikembalikan lagi kepada si insan itu dalam kesempatan kali ini telah menyiapkan naskah ceramah dengan judul Manusia Makhluk Paling teks ceramah tentang manusia makhluk paling mulia ini dilengkapi dengan dokumen PDF dan bisa digunakan untuk tausyiah maupun disimak terlebih dahulu yaTeks Ceramah Tentang Manusia Makhluk Paling MuliaOleh Ozy V. AlandikaAssalamualaikum Warahmatullah WabarakatuhAlhamdulillah, alhamdulilladzi arsala rasulahu bilhuda wa diinil haq. Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadan abduhu wa sholli wa sallim wa barik ala Muhammad wa ala alihi wasohbihi ajma’ yang dirahmati oleh Allah SWT;Pertama di aatas segalanya marilah kita bersyukur atas kehadirat Allah SWT, Tuhan yang Maha Kasih lagi Maha Sayang karena senantiasa memberikan nikmat yang tiada berlantunkan salam kita sampaikan kepada Nabiyullah Sayyidina wa Maulana Muhammad SAW. Semoga dengan seringnya bershalawat kita akan mendapat pertolongan beliau di Hari Kiamat nanti. Aamiin Ya hadirin kaum muslimin dan muslimat, pada kesempatan yang mulia ini saya akan menyampaikan ceramah dengan judul “Manusia Makhluk Paling Mulia”.Hadirin rahimakumullah;Mengapa manusia itu disebut makhluk yang mulia?KarenaManusia selaku insan mampu menjadi mercusuar dunia, mampu mengendalikan nafsunya, mampu mengarahkan menjadi kendaraan ibadah dengan tabiatnya yang santun, lembut dipenuhi cinta yang memenuhi penjuru yang tidak suka melihat insan yang terang dan bersinar wajahnya, dibumbui dengan akhlak, moral dan adab yang sejuk dipandang oleh kedua bola dari mulutnya perkataan dengan tata mau’izatul khasanah yang menenangkan. Itulah insan mengapa sekarang ini, begitu banyak manusia yang melanggar kemuliaannya? Melirik wajahnya yang penuh amarah dan arogansi kita takut dan di dekatnya yang penuh dengan su’ul adab, su’ul akhlak, dan su’ul moral kita menjadi perkataannya yang keji, hoaxs, penuh fitnah, dzalim, iri, dengki, hasut, dan mungkar kita menjadi malu dan mereka berpikir?Mari beristigfar. Astagfirullah al Baca Teks Ceramah Tentang Ibu yang Mulai MenuaHadirin rahimakumullah;Dalam Quran, Allah menyebut manusia dengan beragam istilah. Di antaranya adalah bani Adam disebutkan tujuh kali, al-insan sebanyak 65 kali, An-naas sebanyak 241 kali, Al-ins se banyak 18 kali, dan Basyar sebanyak 35 kali.Sejenak kita renungkan beberapa ayat berikutBismillahirrohmanirrohim;وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِيْٓ اٰدَمَ وَحَمَلْنٰهُمْ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنٰهُمْ مِّنَ الطَّيِّبٰتِ وَفَضَّلْنٰهُمْ عَلٰى كَثِيْرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيْلًاBacaan Latin Walaqod karromnaa banii aadama wahamalnaahum filbarri walbahri warozaqnaahum minatthoiyyibaati wa faddholnaahum alaa katsiirim mimman kholaqnaa Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna. QS Al-Isra ayat surah di atas, manusia di sebut dengan bani adam yang memberi kesan historis dalam konsep manusia, bahwa manusia berasal dari satu sumber dan satu darah, walaupun mereka tersebar dalam berbagai warna kulit, ras dan خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ فِيٓ أَحۡسَنِ تَقۡوِيمٖBacaan Latin Laqod kholaqnal insaana fii ahsani sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. QS At-Tiin ayat 4Dan pada surah di atas, manusia di sebut rahimakumullah;Menurut salah seorang ulama Mesir yang bernama Muhammad bin Mukrim bin Ali Abu al-Fadhl Jamaluddin Ibnu Manzhur al-Anshari ar-Ruwaifi'i al-Afriqi, atau yang dikenal dengan Ibnu Manzhur, dalam kitabnya Mu'jam Lisan al-'Arab fi al-Lughah menyatakan bahwa kata إنسان Insân diambil dari tiga akar kata, yaitu; أَنَسَ anasa, أَنَّسَ annasa serta نَسِيَ nasiya.Kata أَنَسَ anasa memiliki arti أَبْصَرَ abshara, عَلِمَ alima, إِسْتَاذَنَ istȃdzana. Kata أَبْصَرَ abshara berarti melihat, bernalar, berpikir. Dengannya manusia dapat mengambil pelajaran dari apa yang mereka عَلِمَ alima berarti mengetahui atau berilmu. Dengan ilmunya manusia dapat membedakan suatu perkara apakah itu benar atau kata إِسْتَاذَنَ istȃdzana memiliki arti meminta izin. Manusia merupakan makhluk yang beradab yang kadang meminta izin ketika akan melakukan sesuatu atau menggunakan sesuatu yang bukan pembedahan kata ini, al-Insân dapat diartikan sebagai makhluk yang mempunyai kemampuan untuk menalar, makhluk yang berilmu serta makhluk yang bagaimana dengan manusia yang diciptakan ia buta, ia cacat secara fisik, apakah ia tidak sempurna? أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ Bacaan latin Innallaha laa yanzuru ilaa suwaarikum wa amwaalikum walakin yanzuru ilaa quluubikum wa a’ Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak melihat pada bentuk rupa dan harta kalian. Akan tetapi, Allah hanyalah melihat pada hati dan amalan kalian.” HR. Muslim no. 2564.Sungguh, manusia itu sempurna, dari detail proses penciptaannya, hatinya, mentalnya, hingga wal hadirat, ikhwan wa akhwat, ummi wal abi rahimakumullah...Kata insan sejatinya lebih mengacu pada peningkatan manusia ke derajat yang dapat memberinya potensi dan kemampuan untuk memangku jabatan khalifah dan memikul tanggung jawab serta amanat manusia di muka khalifah manusia dibekali dengan berbagai potensi seperti ilmu, persepsi, akal, dan nurani. Pertanyaannya adalahApakah khalifah di negeri kita sama dengan pengertian insan?Apakah pemangku amanat di negeri kita sama dengan pengertian insan?Dan apakah kita telah memanfaatkan ilmu, akal, dan nurani kita sebagai seorang insan? Hadirin rahimakumullah ganti sesuai seleraSekarang renungkanlah, bermuhasabalah, introspeksi dirilah, serta bayangkanlah jika kita menjadi seorang petani dari kita menanam sayuran, memberinya pupuk, memberinya kayu penopang agar berdiri tegak, menjaganya dengan pestisida, insektisida, menjauhkannya dari benalu, dari bakteri, jamur, rumput liar, ilalang, ya kan?Itu semua kita lakukan untuk apa?Masya Allah, agar sayuran itu lahir sebagai sayuran yang sempurna. Dan sekarang, dengan ucapan istighfar, Astagfirullah al adzim, ayok kira renungkan, bayangkan, dan camkan diri perlu lihat orang lain, tidak usah lihat orang di samping kita, langsung lihat diri dan hati kita. Kemudian tanyakan kepada hati sudahkah kita menanam diri dan hati kita dengan iman, ihsan dan taqwa?Sudahkah kita memupuk diri kita dengan ilmu, akidah, syariat, Al-Qur’an dan hadis? Sudahkah kita jaga hati dan diri kita dengan akhlak nabi MUHAMMAD SAW, Allahumma sholi ala Sayyidina Muhammad, wa ala ali Sayyidina Muhammad, sudahkan kita menjauhkan diri dan hati kita dari perbuatan syeitan, su’ul, keji dan munkar? Beranikah kita katakan sudah dengan kencang? Beranikah kita katakan sudah dengan lantang?Astagfirullah al adzim. Sungguh hina diri kita, yang bertabur banyak dosa ini. Malu kita sebagai hamba yang diciptakan secara “ahsani taqwim”, jika tidak memuliakan diri kita rahimakumullah;Ada beberapa cara yang bisa ditempuh agar menjadi makhluk yang paling mulia 1. Beriman, bertaqwa dan beramal Sholeh di waktu mudaSejenak kita renungkan ayat berikutQS Al-Hujurat ayat 13إِنَّ أَكۡرَمَكُمۡ عِندَ ٱللَّهِ أَتۡقَىٰكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٞBacaan Latin Inna akromakum indallaahi atqookum, innallaaha aliimun khobiir.“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.” QS. Al-Hujurat [49]13Singkatnya adalah memuliakan diri dihadapan Allah SWT. Caranya bagaimana? Yuqimonassholat Mendirikan sholat, wa atuzzakat membayar zakat, amanu beriman, amilussholihat beramal saleh, qolilam minal lail ma yahja’un sedikit tidur di waktu malam, yastaghfirun selallu memohon ampun kepada Allah. Semua ini adalah untukفَٱدۡخُلِي فِي عِبَٰدِي وَٱدۡخُلِي جَنَّتِي Bacaan Latin Fadkhulii fii ibaadii, wadkhulii untuk masuk ke surganya Allah. Aaamiin Ya rabbal rahimakumullah;2. Menjadi perantara penyebar pesan ilahiApakah manusia itu mulia jika jadi presiden? Apakah manusia itu mulia jika jadi raja? Jadi Bupati? Jadi Gubernur? Jadi orang paling kaya? Jadi Ilmuan dunia? Belum tentu!Ulama besar Abdullah Ibnul Mubarak dalam kitab Tahzibul Kamal mengatakan“Aku tidak mengetahui sebuah derajat yang lebih utama setelah para nabi dibandingkan menyebarkan ilmu”. Maka berbahagialah, bergembiralah, bersyukulah hai para ulama, ustadz, pendakwah, para penyebar ilmu. Termasuk orang yang paling utama setelah rasul. Karena dengan ilmu yang di sebarkan, manusia tahu yang haq mana yang batil, mana jalan ke surga, mana jalan ke menyebarkan ilmu tidak mesti menunggu jadi ulama, tidak mesti jadi ustad, tapi bisa dengan share ilmu. Bukan share status di facebook saja, bukan share snap di wa saja, bukan pula share reels di instagram perlu diingat, untuk menyebarkan ilmu kita harus periksa ilmu itu, apakah shahih dan haq ilmunya, atau malah berisi kemungkaran dan hoaxs. Sudah cukuplah fitnah dunia ini menyebar dengan semestinya selektif dalam mencari ilmu, dan jangan sungkan untuk bertanya kepada yang ahli dan yang alim. Bukan alim ahli YouTube tapi alim karena ilmunya inilah kita disebut khalifah, yaitu sebagai perantara dari ajaran-ajaran Allah demi tersampainya rahmat Allah, Rabb semesta rahimakumullah;3. Mengendalikan hawa nafsunyaTanpa disadari, adanya potensi takwa dalam diri manusia, dapat membuat mereka lebih mulia dari makhluk yang telah diciptakan Allah sebelum mereka, yaitu keberadaan nafsu juga dapat membuat mereka lebih hina atau rendah dari hewan. Sebab, hewan memang di ciptakan Allah dengan nafsu karena itulah, sembari disuruh memperbanyak amal kebaikan, manusia juga diperintahkan Allah untuk berjuang menekan hawa nafsu dengan cara itulah manusia mampu meraih predikat makhluk paling mulia di sisi Allah bagian dari ujian Allah SWT, setiap jiwa manusia cenderung untuk berbuat dosa dan maksiat. Jika manusia dihadapkan pada pilihan yang baik atau pilihan yang buruk, ia lebih tertarik melakukan pilihan yang jika ada pilihan, bekerja keras ataupun istirahat, pilihan istirahat lebih ada pilihan, shalat Tahajud atau istirahat, jiwa manusia cenderung memilih istirahat. jika ada pilihan belajar atau main game, lebih pilih main ini sesuai dengan penegasan Kalam Allah; إِنَّ ٱلنَّفۡسَ لَأَمَّارَةُۢ بِٱلسُّوٓءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّيٓۚ إِنَّ رَبِّي غَفُورٞ رَّحِيمٞYang artinya, "Karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh pada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang." QS Yusuf 53.Hadirin rahimakumullah;Waktu yang berlalu biarlah berlalu, karena sedetik pun kita tidak bisa kembali di masa baik pula jika kita hanya bergumam dengan penyesalan masa kita tatap waktu yang singkat ini untuk mendekatkan diri kepada Allah. Datanglah ke masjid dalam keadaan terbangun, sebelum kita didatangkan dalam keadaan ini kita di atas tanah, mungkin esok atau malah sebentar lagi, tanah yang di atas syahdan menimpa kebaikan meskipun kamu anggap itu kecil, sebab kita tidak tahu kebaikan mana yang akan mengantarkan kita ke ceramah yang bisa saya sampaikan pada kesempatan kali ini. Mohon maaf atas khilaf dan salah, dan kepada Allah mari bersama kita memohon Warahmatullah Wabarakatuh***Download Teks Ceramah Manusia Makhluk Paling Mulia PDFO ya, setelah menyimak naskah ceramah di atas, barangkali Sobat Guru Penyemangat ingin memiliki dokumennya untuk keperluan materi tausyiah atau bisa pula khutbah Jumat dan kultum, kan?Beruntung sekali di sini Guru Penyemangat telah menyiapkan link unduhan dokumen PDF ceramah tentang manusia makhluk yang paling klik tomboh download untuk mendapatkan file dokumennya secara Ceramah Manusia Makhluk Paling Mulia PDF***Demikianlah tadi sajian Guru Penyemangat tentang ceramah bertema Manusia Makhluk Paling Mulia yang dilengkapi dengan link unduhan dokumen bermanfaat, Ceramah Singkat Yang Dikenal oleh HatiFitrah Kebaikan di Dalam HatiSebab Kerusakan HatiMakna Ma’ruf dan MunkarVideo Ceramah Singkat Yang Dikenal oleh Hati Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala atas nikmat yang diberikan-Nya kepada kita yaitu kemudahan untuk mempelajari, memahami, dan mengamalkan Islam. Serta kemudahan untuk mengusahakan sebab-sebab yang memperbaiki keimanan dan ketakwaan di dalam hati kita. Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan manusia di atas fitrah yang cenderung kepada tauhid, kebenaran, dan kebaikan. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman; فَأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah; tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada peubahan pada fitrah Allah.” QS. Ar-Rum[30] 30 Hanif itu merupakan fitrah Allah Subhanahu wa Ta’ala yang Dia ciptakan manusia di atas fitrah itu. Tidak ada perubahan dalam fitrah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman; وَإِنِّي خَلَقْتُ عِبَادِي حُنَفَاءَ كُلَّهُمْ وَإِنَّهُمْ أَتَتْهُمُ الشَّيَاطِينُ فَاجْتَالَتْهُمْ عَنْ دِينِهِمْ “Aku menciptakan hamba-hamba-Ku dalam keadaan lurus. Kemudian syaithan mendatangi mereka dan memalingkan mereka dari agamanya.” HR. Muslim No. 2865A Fitrah Kebaikan di Dalam Hati Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, Keadaan ini merupakan kabar gembira bagi kita. Bahwa secara asal, potensi hati kita lebih dekat dengan mengenal kebenaran, lebih mudah untuk diajak kepada tauhid, dan lebih dekat dengan keimanan yang benar. Sedangkan penyimpangan-penyimpangan itu kemudian datangnya sebagai pendatang baru. Adapun lurus mengikuti agama Allah Subhanahu wa Ta’ala, cenderung kepada tauhid, ini merupakan asal yang sudah ada potensinya dalam hati kita sejak kita dilahirkan di dunia ini. Makanya, upaya untuk mengembalikan diri kita kepada iman yang benar itu adalah perkara yang mudah. Apalagi dengan petunjuk Islam yang jelas yang diturunkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sesuai dengan keadaan hati dan fitrah manusia. Ini akan mempermudah keadaan tersebut. Seandainya syaithan tidak menghalangi kita, tidak mengotori hati kita, kita akan mudah mengenal kebenaran. Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda; استفت قلبك، الْبِرُّ مَا اطْمَأَنَّتْ إلَيْهِ النَّفْسُ، وَاطْمَأَنَّ إلَيْهِ الْقَلْبُ، “’Mintalah fatwa kepada hatimu. Kebajikan itu adalah apa-apa yang menentramkan jiwa dan menenangkan hati,” HR. Ahmad dalam Arba’in An Nawawi hadits ke-27 Ini menggambarkan bahwa hati itu kalau benar, iman itu kalau benar, kebaikan itu bisa kita ambil dari hati. Tinggal bertanya kepada hati. Apa yang tenang, kita lakukan. Lalu apa yang rasanya tentram dan damai, kita kerjakan. Itulah kebaikan. Tapi ini tentu berlaku bagi orang-orang yang imannya benar dan hatinya bersih. Kemudian dari dalil hadits ini, para ulama mengambil kesimpulan. Seperti Imam Ibnu Rajab Al Hanbali dalam kitab Jami’ul Ulum Wal Hikam mengambil kesimpulan bahwa kebenaran itu memang asal yang telah ada pada hati manusia. Sedangkan keburukan dan penyimpangan itu datangnya kemudian/ belakangan. Syaithan menyusupkannya ke dalam hati kita. Sebab Kerusakan Hati Makanya kerusakan hati adalah ketika dia tidak bisa mengenali kebaikan sebagai kebaikan. Dan tidak mengingkari kemunkaran sebagai keburukan. Dalam sebuah atsar, Ibnul Qayyim rahimahullahu ta’ala menukil perkataan sahabat yang mulia Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu anhu yang mengatakan; هَلَكَ من لا يكن له قلب يعرف به معروفا و يمكر به منكرا. “Binasalah orang yang tidak punya hati yang dengan hatinya dia bisa mengenali kebaikan sebagai kebaikan dan keburukan sebagai keburukan.” Kitab Ighatsatul Lahfan, 1/20 Oleh karena itu ma’asyiral muslimin rahimakumullah, Mengenali kebenaran, menerimanya, memahami, dan mudah mengamalkannya adalah asal yang ada pada hati manusia. Keburukan datangnya kemudian. Keburukan yang dibisikkan oleh syaithan merupakan pendatang baru. Maka ini adalah kabar gembira bagi kita. Kalau ingin memperbaiki diri itu mudah. Asal kita belajar pemahaman agama yang benar dan kita dekatkan hati kita dengan keindahan agama. Bacalah Al-Qur’an dengan merenungkan isinya, ucapkan dzikir-dzikir yang disyariatkan dengan merenungi kandungannya. Maka hati kita akan terbuka kembali kepada fitrah asalnya. Akan mudah menerima hal tersebut, dan akan tenang dengannya. Inilah asal yang ada pada hati manusia. Makna Ma’ruf dan Munkar Oleh karena itulah, ketika Islam mengartikan istilah al-ma’ruf dengan kebaikan. Amar ma’ruf nahi munkar; memerintahkan kepada yang baik dan melarang dari keburukan. Al-ma’ruf secara bahasa artinya adalah yang dikenal. Tapi mengapa kita terjemahkan dengan kebaikan/ memerintahkan kepada kebaikan? Maksudnya dikenal dengan kebaikan adalah dikenal oleh hati. Munkar secara bahasa artinya bukanlah keburukan, tetapi yang asing tidak dikenal. Mengapa kita terjemahkan kemunkaran dengan keburukan? Karena pada asalnya, hati manusia tidak mengenalnya. Makanya Nabi Ibrahim alaihissalam dalam Al-Qur’an ketika datang malaikat yang bertamu ke rumah beliau, beliau mengucapkan; سَلَٰمٌ قَوْمٌ مُّنكَرُونَ “Salaamun kamu adalah orang-orang yang tidak dikenal”QS. Az-Zariyat[51] 25 Munkar di sini bukan berarti kaum yang jelek. Maksudnya kaum yang saya tidak kenal, yang asing bagi saya. Ini artinya munkar secara bahasa. Kita artikan keburukan itu karena memang asalnya hati kita tidak mengenal keburukan. Maka kalau kita ingin kembali kepada Islam, belajarlah Islam yang benar. Di situlah kita dapatkan hati kita akan tenang dan akan hilang semua kegundahan dan kekalutan yang selama ini menimpanya. Maha Benar Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berfirman; الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ “yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” QS. Ar-Ra’d[13] 28 Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala mudahkan ini bagi kita semua. Dan semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memudahkan bagi kita petunjuk-Nya untuk memperbaiki diri dan kembali kepada keimanan yang benar. Yang merupakan sebab ketenangan dan kedamaian jiwa kita yang sesungguhnya. Video Ceramah Singkat Yang Dikenal oleh Hati Mari turut menyebarkan catatan kajian tentang ceramah singkat “Yang Dikenal Oleh Hati” ini di media sosial yang Anda miliki, baik itu facebook, twitter, atau yang lainnya. Semoga bisa menjadi pintu kebaikan bagi yang lain. Barakallahu fiikum.. RoomPI - Contoh teks Ceramah Singkat Tentang Rendah Hati ini bisa dimanfaatkan untuk mengisi kegiatan keluarga dan juga kegiatan pendidikan lainnya sebagai pemupuk iman baik dalam diri pribadi maupun orang lain. Ini contoh teks ceramah singkat tentang Rendah Hati yang bisa digunakan oleh semua muslim untuk berdakwah. Berikut merupakan teks ceramah singkat mengenai Rendah Hati yang dilansir dari berbagai sumberBaca Juga Kisah Pemuda Ahli Ibadah Adakah Doa Tak Terjawab dan Apakah Keutamaan Doa? Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Pertama-tama dan yang paling utama marilah kita panjatkan puji dan syukur kita kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat, baik Nikmat Iman, nikmat Islam ataupun Nikmat Sehat. Shalawat serta salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Kita Muhammad SAW yang telah membawa kita dari Zaman kegelapan ke zaman terang benderang saat ini. Hadirin yang saya hormati, kali ini saya akan membahas Tentang Rendah Hati. Sesungguhnya sikap rendah hati atau tawadhu’ merupakan akhlak para Nabi, watak orang-orang mukmin dan ciri khas orang-orang shalih. Rendah hati akan menambah kemuliaan orang yang mulia dan memberikan nama baik, keagungan, pujian dan syukur kepada pemilik sifat ini. Siapa saja yang berakhlak dengan akhlak ini, Allah akan mengangkat derajatnya dan siapa saja yang berpegang teguh dengannya, Allah akan membuatnya Bahagia. Allah Ta’ala berfirman, Negeri akhirat itu Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerusakan di bumi. Kesudahan yang baik, yakni surga itu disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. [Al-Qashash 83] Rendah hati adalah sifat terpuji dan karakteristik yang agung. Ia mengangkat kepala, menyatukan hati-hati manusia, menambah rasa cinta dan kasih sayang, menebarkan persaudaraan dan ketulusan yang merupakan tujuan setiap Muslim di setiap keadaannya. Rendah hati merupakan hubungan seorang Muslim dengan semua kaum Muslimin dan non Muslim, baik yang besar atau kecil, kaya atau miskin. Semua manusia sama saja. Tidak ada beda antara orang Arab dan non Arab, kulit putih dan kulit hitam kecuali dengan takwa dan amal shalih. Di dalam Shahih Muslim, Nabi bersabda, ”Sesungguhnya Allah mewahyukan kepadaku agar kalian saling bersikap rendah hati sehingga tidak ada seorang pun yang menyombongkan diri kepada yang lain dan tidak ada seorang pun yang melakukan tindakan melampaui batas kepada yang lain.” Maka, siapa saja yang menginginkan ketinggian derajat di sisi Allah, hendaklah dia bersikap rendah hati dan berakhlak baik. Keduanya merupakan jalan menuju ke sana. Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu. ***