Diperbarui 12 Januari 2021 4.7 ( 71) Biografiku.com | Imam Abu Hanifah dikenal sebagai salah satu tokoh besar dalam sejarah dunia islam. Beliau dikenal sebagai salah satu imam dari empat imam yang memiliki mahzab yang ada dalam islam. Imam Abu Hanifah dikenal sebagai pendiri dari mazhab Hanafi.
Pada masa itu, Baghdad mengalami perkembangan pengetahuan yang pesat membuat kecintaan beliau terhadap ilmu bersambut baik. Pelajaran pertama yang diterima Imam Hambali adalah Al-Qur'an. Beliau telah menghafal 30 juz Al-Qur'an sedari kecil. Namun, kefakiran Imam Hambali membatasi keinginan dan cita-citanya untuk menuntut ilmu lebih jauh.
1) Hammad bin Abi Sulaiman. 2) „Atha bin Abi Rabah. 3) Nafi‟ Sedangkan murid-murid beliau juga sangat banyak, di antaranya yang terkemuka adalah: 1) Abu Yusuf Ya‟qub bin Ibrahim al-Ansori (w. 183 H) 2) Zufr bin Huzail al-Kufi (w. 157 H) 3) Muhammad bin Al-Hasan al-Syaibani (w. 189 H) 4) Al-Hasan bin Ziyad al-Kufi (w. 204 H)
Ilustrasi. IMAM Hanafi disebutkan sebagai tokoh yang pertama kali menyusun kitab fikih berdasarkan kelompok-kelompok yang berawal dari kesucian (taharah), salat, dan seterusnya. Langkahnya kemudian diikuti oleh ulama-ulama sesudahnya seperti Imam Malik bin Anas, Imam Syafii, Imam Abu Dawud, Imam Bukhari rahimahumullah.
Di antara mereka adalah Hammad ibn Salamah ibn Dinar (91-167 H), seorang 'Alim yang begitu menjaga jarak dari bid'ah dan amat enggan berdekat-dekat dengan para penguasa. Imam Ahmad mengatakan tentang beliau, "Jika kaulihat seseorang membenci Hammad atau memfitnahnya, saksikanlah bahwa dia adalah musuh kebenaran dan musuh sunnah."
Imam Abu Hanifah berguru fiqih kepada Hammad bin Sulaiman. Ia juga berguru kepada ulama-ulama di generasi tabi'in, antara lain Atha bin Abi Rabah dan Nafi, budak Ibnu Umar. Ia selesai menghafal Alquran dan ribuan hadits sejak belia.
Memilih Guru. Orang yang mencari ilmu sebaiknya memilih guru yang paling alim, wara' (berhati-hati dalam menjalani hidup, agar benar-benar sesuai dengan ajaran Islam), dan tua, sebagaimana Imam Abu Hanifah ketika mencari ilmu memilih Imam Hammad bin Abi Sulaiman setelah beliau melakukan perenungan yang sangat serius.
Kunyah (gelaran) beliau pula adalah Abu Ismail, manakala gelaran ayahnya adalah Abu Sulaiman. Bagaimanapun, namanya lebih terkenal sebagai Hammad bin Abu Sulaiman (dibinkan sempena nama gelaran ayahnya). Asal keturunan beliau adalah dari Asbahan (nama sebuah bandar di Khurasan).
Pengaruh aliran murji'ah SEJARAH LAHIRNYA ALIRAN MURJI'AH Golongan Murji'ah ini mula-mula timbul di Damaskus, pada akhir abad pertama hijriah. [1] Nama Murji'ah berasal dari kata irja atau arja'a yang berarti penundaan, penangguhan, dan pengharapan.
Hammad bin Abi Sulaiman belajar kepada banyak ulama, di antaranya: Anas bin Malik; Ibrahim bin Yazid An Nakho'i; Abu Wail; Zaid bin Wahb; Sa'id bin al-Musayyab; Aamir bin Syurahbil asy-Sya'bi; Penerus. Murid-muridnya: Abu Hanifah; Ismail bin Hammad; Al-Hukm bin 'Utaibah; Al-A'masy; Yazid bin Abi Unaisah; Mughirah; Hisyam ad-Dastawa
ACHy7Ik.